April 2014
M T W T F S S
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
Recent Comments

    Archive for the ‘Perawat’ Category

    SEMARANG, KOMPAS.com-Tugas seorang perawat di rumah sakit atau pelayanan kesehatan tidak terbatas pada pelayanan pengobatan. Perawat juga harus memerhatikan pendidikan terhadap pasien agar pasien dapat mandiri.

    Selama ini perawat terlalu disibukkan dengan rutinitas pengobatan pasien. Padahal, pasien memerlukan dampingan agar mendapat kekuatan ketika harus memutuskan sesuatu. “Itu adalah peran perawat untuk memberi pendidikan,” kata Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang Meidiana Dwidiyanti di Kota Semarang, Minggu (4/10).

    Meidiana mengungkapkan, selama ini, pelayanan yang dilakukan perawat belum berorientasi pada pasien. Orientasi palayanan kesehatan selama ini hanya pada tugas mengobati pasien.

    Seharusnya, pasien memiliki kemandirian ketika memilih tindakan yang akan dilakukan bagi dirinya. Namun pada praktiknya, pasien sepenuhnya bergantung atau dibuat tergantung pada keputusan dokter.

    “Paradigma itu harus dirombak. Sebetulnya dalam pendidikan para perawat atau petugas kesehatan sudah dibekali hal itu. Namun ketika terjun ke dunia kerja, ilmu itu hilang karena sistem dan rutinitas,” ujar Meidiana.

    Banyak terjadi, kata Meidiana, perawat yang baik terperangkap dalam sistem rumah sakit atau lembaga pelayanan kesehatan yang tidak baik. Padahal, antara sistem dan kualitas sumber daya manusia harus saling mendukung.

    Ketimpangan antara pendidikan dengan dunia kerja itu selayaknya diubah. Untuk itu, penting untuk membangun komunikasi antar instansi pendidikan dengan rumah sakit serta pemerintah.

    “Intinya, pelayanan kesehatan jangan hanya sekedar mengobati pasien. Pasien membutuhkan lebih dari sekedar obat,” tutur Meidiana.

    Ketua Ikatan Alumni Keperawatan Undip Rasmudjio mengungkapkan hal serupa. Perawat hendaknya jangan terpaku pada tugas-tugas pelayanan pengobatan di rumah sakit atau Puskesmas. Perawat harus mulai merambah tugas-tugas pendidikan kesehatan bagi masyarakat.

    “Tindakan preventif selalu lebih baik daripada kuratif. Perawat memiliki kompetensi untuk itu. Seharusnya, hal itu mulai diperhatikan oleh pemerintah dan rumah sakit,” kata Ramudjio.

    http://kesehatan.kompas.com

    Dalam era modern seperti sekarang ini tuntutan profesionalisme semakin menguat, demikian juga terhadap keperawatan dengan kondisi klien dan keluarga yang semakin kritis terhadap upaya pelayanan kesehatan terutama bidang keperawatan.

    Perawat sebagai garda terdepan dari pelayanan kesehatan dan sebagai mitra dokter (bukan sebagai pembantu dokter) sudah seharusnya mampu untuk memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal dengan didukung dengan ilmu pengetahuan kesehatan, terutama ilmu keperawatan.

    Perawat sebagai seorang anggota tim kesehatan, dalam memberikan askep (asuhan keperawatan) terhadap klien haruslah dapat memberikan informasi tentang klien yang dirawatnya secara akurat dan komplit dan dalam waktu dan cara yang memungkinkan. Seorang klien tergantung pada pemberi perawatan untuk mengkomunikasikan kepada yang lainnya untuk memastikan mutu terbaik dari perawatan, sesuai dengan ilmu keperawatan yang dimilikinya.

    Pada perkembangannya, ilmu keperawatan selalu mengikuti perkembangan ilmu lain mengingat ilmu ini merupakan ilmu terapan yang selalu berubah menurut tuntutan zaman. Sebagai ilmu yang mulai berkembang, ilmu ini banyak mendapatkan tekanan dari luar dan dalam.

    Sebagai contoh, tekanan dari luar yang berpengaruh pada perkembangan ilmu keperawatan adalah adanya tuntuan kebutuhan masyarakat dan industri kesehatan dan tekanan dari dalam yaitu masalah keperawatan yang secara terus menerus ada dan selalu memerlukan jawaban.

    Akhir-akhir ini ilmu ini menunjukkan perkembangannya dengan terbentuknya pola pembagian kelompok, yang terdiri dari:

    * Ilmu keperawatan dasar

    Konsep dasar keperawatan

    Keperawatan profesional

    Komunikasi keperawatan

    Kepemimpinan dan manajemen keperawatan

    Kebutuhan dasar manusia

    Pendidikan keperawatan

    Pengantar riset keperawatan

    Dokumentasi keperawatan

    * Ilmu keperawatan klinik

    Keperawatan anak

    Keperawatan maternitas

    Keperawatan medikal bedah

    Keperawatan jiwa

    Keperawatan gawat darurat

    * Ilmu keperawatan komunitas

    Keperawatan komunitas

    Keperawatan keluarga

    Keperawatan gerontik

    * Ilmu penunjang

    Imu humaniora

    Ilmu alam dasar

    Ilmu perilaku

    Ilmu sosial

    Ilmu biomedik

    Ilmu kesehatan masyarakat

    Untuk mencapai tingkat perkembangan yang diinginkan oleh komunitas profesional, maka upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menghasilkan masalah baru dalam keperawatan melalui proses berkelanjutan. Dalam proses berkembangnya, ilmu keperawatan dituntut adanya riset dan pengembangan sehingga diharapkan perawat dapat melakukan penelitian, selain itu dilihat juga adanya pusat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan keperawatan, adanya pusat penapis dan adaptasi teknologi keperawatan serta adanya pengembangan model pemberian asuhan keperawatan.

    Untuk menjadi ilmuwan dalam bidang ilmu keperawatan, sangat diperlukan berbagai persyaratan antara lain prosedur ilmiah atau kegiatan ilmiahnya diakui oleh para ilmuwan lainnya, metode ilmiahnya dapat dipergunakan oleh ilmuwan lainnya dalam bidang ilmu yang sejenis, pendidikan formal yang ditempuh diakui secara akademis, memiliki kejujuran ilmiah sehingga tidak akan mengklaim hasil temuan orang lain dianggap miliknya, dan harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

    Tentu saja, ilmu keperawatan adalah impian sejak kecil bagi banyak orang. Apabila Anda memutuskan untuk mengubahnya menjadi karir, Anda dapat memperkirakan untuk menemui orang-orang yang berada dalam masa yang paling sulit atau malah paling menyenangkan dalam hidup mereka. Jelaslah, ilmu ini adalah karir yang serba bisa dan sangat bermanfaat.

    Oleh: AsianBrain.com

    Definisi Peran Perawat

    Peran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang sesuai kedudukannya dalam, suatu system. Peran dipengaruhi oleh keadaan sosial baik dari dalam maupun dari luar dan bersifat stabil. Peran adalah bentuk dari perilaku yang diharapkan dari seesorang pada situasi sosial tertentu. (Kozier Barbara, 1995:21).

    Peran perawat yang dimaksud adalah cara untuk menyatakan aktifitas perawat dalam praktik, dimana telah menyelesaikan pendidikan formalnya yang diakui dan diberi kewenangan oleh pemerintah untuk menjalankan tugas dan tanggung keperawatan secara professional sesuai dengan kode etik professional. Dimana setiap peran yang dinyatakan sebagai ciri terpisah demi untuk kejelasan.

    Care Giver :

    Pada peran ini perawat diharapkan mampu

    1. Memberikan pelayanan keperawatan kepada individu, keluarga , kelompok atau masyarakat sesuai diagnosis masalah yang terjadi mulai dari masalah yang bersifat sederhana sampai pada masalah yang kompleks.
    2. Memperhatikan individu dalam konteks sesuai kehidupan klien, perawat harus memperhatikan klien berdasrkan kebutuhan significan dari klien.

    Perawat menggunakan proses keperawatan untuk mengidentifikasi diagnosis keperawatan mulai dari masalah fisik sampai pada masalah psikologis.

    Elemen Peran

    Menurut pendapat Doheny (1982) ada beberapa elemen peran perawat professional antara lain : care giver, client advocate, conselor, educator, collaborator, coordinator change agent, consultant dan interpersonal proses.

    Client Advocate (Pembela Klien)

    Tugas perawat :

    1. Bertanggung jawab membantu klien dan keluarga dalam menginterpretasikan informasi dari berbagai pemberi pelayanan dan dalam memberikan informasi lain yang diperlukan untuk mengambil persetujuan (inform concern) atas tindakan keperawatan yang diberikan kepadanya.
    2. Mempertahankan dan melindungi hak-hak klien, harus dilakukan karena klien yang sakit dan dirawat di rumah sakit akan berinteraksi dengan banyak petugas kesehatan. Perawat adalah anggota tim kesehatan yang paling lama kontak dengan klien, sehingga diharapkan perawat harus mampu membela hak-hak klien.

    Seorang pembela klien adalah pembela dari hak-hak klien. Pembelaan termasuk didalamnya peningkatan apa yang terbaik untuk klien, memastikan kebutuhan klien terpenuhi dan melindungi hak-hak klien (Disparty, 1998 :140).

    Hak-Hak Klien antara lain :

    1. Hak atas pelayanan yang sebaik-baiknya
    2. Hak atas informasi tentang penyakitnya
    3. Hak atas privacy
    4. Hak untuk menentukan nasibnya sendiri
    5. Hak untuk menerima ganti rugi akibat kelalaian tindakan.

    Hak-Hak Tenaga Kesehatan antara lain :

    1. Hak atas informasi yang benar
    2. Hak untuk bekerja sesuai standart
    3. Hak untuk mengakhiri hubungan dengan klien
    4. Hak untuk menolak tindakan yang kurang cocok
    5. Hak atas rahasia pribadi
    6. Hak atas balas jasa

    Conselor

    Konseling adalah proses membantu klien untuk menyadari dan mengatasi tekanan psikologis atau masalah sosial untuk membangun hubungan interpersonal yang baik dan untuk meningkatkan perkembangan seseorang. Didalamnya diberikan dukungan emosional dan intelektual.

    Peran perawat :

    1. Mengidentifikasi perubahan pola interaksi klien terhadap keadaan sehat sakitnya.
    2. Perubahan pola interaksi merupakan “Dasar” dalam merencanakan metode untuk meningkatkan kemampuan adaptasinya.
    3. Memberikan konseling atau bimbingan penyuluhan kepada individu atau keluarga dalam mengintegrasikan pengalaman kesehatan dengan pengalaman yang lalu.
    4. Pemecahan masalah di fokuskan pada masalah keperawatan

    http://www.fadlie.web.id

    Perawat adalah tenaga profesional di bidang perawatan kesehatan yang terlibat dalam kegiatan perawatan. Perawat bertanggung jawab untuk perawatan, perlindungan, dan pemulihan orang yang terluka atau pasien penderita penyakit akut atau kronis, pemeliharaan kesehatan orang sehat, dan penanganan keadaan darurat yang mengancam nyawa dalam berbagai jenis perawatan kesehatan. Perawat juga dapat terlibat dalam riset medis dan perawatan serta menjalankan beragam fungsi non-klinis yang diperlukan untuk perawatan kesehatan.